, ,

Trotoar Jembatan Viaduct Banjar Amblas, Pejalan Kaki Terpaksa Jalan di Tengah Jalan

oleh -1457 Dilihat

Trotoar Jembatan Viaduct Banjar Amblas dan Miring, Pejalan Kaki Terancam Bahaya – Warga Minta Perbaikan Segera

Majalah Banjar-  Trotoar di kawasan Jembatan Viaduct, Kota Banjar, Jawa Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bagian sisi kanan jalan dari arah Soponyono terlihat amblas dan miring, membuat pejalan kaki waswas. Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Trotoar Kawasan Jembatan Viaduct Kota Banjar Miring dan Amblas, Pejalan Kaki Terpaksa Turun ke Jalan

Baca Juga :  Agus Prasetya Mundur dari DPRD Tala, Ini Kata Sang Politisi

Kondisi Trotoar yang Kian Memperihatinkan

Beberapa titik trotoar di sekitar jembatan legendaris ini tampak rusak parah. Permukaannya tidak rata, sebagian tenggelam, dan kemiringannya semakin terlihat jelas. Warga setempat mengaku khawatir karena kondisi ini berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak atau lansia yang melewati area tersebut.

Yuni Yulianti, salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya. “Sudah rusak banget. Kalau buat pejalan kaki nggak nyaman, bisa membahayakan,” ujarnya. Ia menambahkan, sebelumnya trotoar masih dalam kondisi baik, namun kini semakin parah tanpa ada perbaikan.

Pejalan Kaki Terpaksa Turun ke Jalan Raya

Akibat trotoar yang tidak layak, banyak warga memilih berjalan di badan jalan, termasuk para ibu-ibu yang biasa melintas saat beraktivitas pagi. “Kalau pagi, ibu-ibu yang mau ke Masjid Agung jarang naik ke trotoar, mereka lebih memilih lewat jalan,” kata Yuni.

Hal ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan, mengingat kendaraan bermotor juga melintas dengan cepat di sekitar Jembatan Viaduct. Warga pun merasa tidak nyaman karena harus berbagi jalan dengan kendaraan yang lalu-lalang.

Desakan Warga agar Pemerintah Segera Bertindak

Lia, warga lainnya, berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki trotoar tersebut. “Harapannya memang diperbaiki demi kenyamanan warga. Nggak baik juga untuk penataan kota,” tegasnya.

Selain alasan keamanan, kerusakan trotoar juga dinilai merusak estetika kota, mengingat lokasinya berada di pusat Kota Banjar. Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan citra buruk terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Masyarakat Menunggu Tindakan Nyata

Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk menangani masalah ini. Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur tersebut.

“Ini kan fasilitas umum, harusnya diperhatikan. Jangan sampai ada yang celaka dulu baru ditindaklanjuti,” ucap Yuni.

Dengan semakin banyaknya keluhan dari masyarakat, diharapkan pemerintah setempat dapat segera merespons dan mengambil langkah perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.