, ,

Peresmian Gedung Baru RSBP Diwarnai Operasi Bibir Sumbing Gratis Dan Donor Darah

oleh -1260 Dilihat

Rumah Sakit Banjar Patroman Berkomitmen pada Layanan Prima: Dari Operasi Bibir Sumbing Gratis hingga Inovasi Cuci Darah Mandiri

Banjar- Sebuah babak baru ditorehkan dalam dunia kesehatan di Kota Banjar dan sekitarnya. Bertepatan dengan peresmian gedung barunya yang megah, Rumah Sakit Banjar Patroman RSBP tidak hanya merayakan kemajuan fisik, tetapi juga langsung mempersembahkan aksi nyata bagi masyarakat. Dua program andalan, yaitu operasi bibir sumbing gratis dan bakti sosial donor darah, menjadi bukti konkret komitmen rumah sakit dalam menjangkau dan meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Peresmian Gedung Baru RSBP Diwarnai Operasi Bibir Sumbing Gratis Dan Donor Darah
Peresmian Gedung Baru RSBP Diwarnai Operasi Bibir Sumbing Gratis Dan Donor Darah

Baca Juga : Lebih Dari 200 Pelajar Rasakan Pengalaman Berinteraksi Global

Antusiasme masyarakat terhadap program operasi bibir sumbing gratis ini ternyata sangat tinggi. Tidak kurang dari 15 orang peserta dari berbagai penjuru daerah berhasil lolos seleksi dan menjalani operasi. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Banjar, tetapi juga datang dari Kabupaten Ciamis, Bandung, hingga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, animo masyarakat untuk program operasi bibir sumbing ini sungguh di luar perkiraan. Melalui proses skrining yang ketat, kami memilih 15 peserta yang paling membutuhkan, dan ini membuktikan bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan seperti ini sangat besar,” ujar Direktur RSBP Kota Banjar, Faidh Husnan, dalam sambutannya usai peresmian.

Lebih dari Sekadar Bangunan Baru: Layanan Unggulan untuk Masa Depan

Peresmian gedung baru ini bukan sekadar perluasan ruang, melainkan sebuah lompatan besar dalam mutu pelayanan. RSBP secara resmi memperkenalkan tiga layanan kesehatan unggulan yang dipersiapkan untuk menjadi pusat rujukan, khususnya di wilayah Priangan Timur.

  1. Uronefrologi dengan Teknologi ESWL: RSBP kini menghadirkan layanan penanganan batu ginjal (saluran kencing) tanpa harus melalui prosedur operasi konvensional. Dengan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), batu ginjal akan dihancurkan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh. Metode ini menawarkan proses penyembuhan yang lebih cepat, minim rasa sakit, dan luka sayatan.

  2. Dialisis dan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis): Inilah terobosan yang paling dinantikan. RSBP akan menyediakan layanan cuci darah mandiri di rumah atau CAPD. Metode ini memberdayakan pasien untuk menjalani terapi dialisis secara mandiri di rumah, sehingga kualitas hidup mereka bisa lebih baik tanpa harus bolak-balik ke rumah sakit. “Saat ini, layanan CAPD terdekat hanya ada di Tasikmalaya. Kehadirannya di RSBP mulai tahun 2026 nanti akan sangat meringankan warga Banjar dan sekitarnya,” jelas Faidh.

Transformasi Sistem Layanan: Berbasis Kompetensi, Bukan Sekadar Tipe

Yang tak kalah revolusioner adalah perubahan paradigma layanan. Faidh menegaskan bahwa RSBP kedepannya akan menerapkan sistem rujukan berbasis kompetensi, bukan lagi sekadar berdasarkan tipe rumah sakit (A, B, C, D).

“Kami telah menetapkan pelayanan berbasis kompetensi. Artinya, sistem rujukan di masa depan akan mengacu pada kategori layanan, mulai dari dasar, madya, utama, hingga paripurna. Ini memastikan bahwa setiap pasien dirujuk ke unit yang paling ahli menangani kasusnya, terlepas dari ‘label’ rumah sakitnya,” terangnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memaksimalkan efektivitas dan efisiensi penanganan pasien.

Kisah Haru di Balik Senyuman: Rusmiati dan Harapan yang Akhirnya Terwujud

Di balik statistik dan program medis yang canggih, terselip kisah-kisah haru yang menyentuh hati. Salah satunya adalah Rusmiati, warga Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan kebahagiaannya karena anaknya akhirnya bisa menjalani operasi bibir sumbing secara gratis.

Informasi tentang program ini ia dapatkan dari petugas Babinsa di wilayahnya. Bagi Rusmiati, momen ini adalah jawaban dari doa dan penantian panjangnya. “Dulu sempat ada yang menawarkan program serupa, tapi kemudian tidak ada kabarnya lagi. Saya hampir putus asa,” kenangnya. “Sekarang, saya bahagia sekali. Terima kasih yang sebesar-besarnya, program ini sangat membantu kami, masyarakat yang kurang mampu. Ini adalah anugerah bagi keluarga saya.”

Dengan langkah strategis ini, Rumah Sakit Banjar Patroman tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun harapan dan kepercayaan masyarakat. Melalui kombinasi antara teknologi medis mutakhir, sistem layanan yang inovatif, dan kepedulian sosial yang mendalam, RSBP siap menjadi pilar kesehatan yang andal dan manusiawi bagi masyarakat di wilayahnya.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.