, ,

Kontingen Kalsel Siap Berlaga Di STQH Nasional Kota Kendari

oleh -1521 Dilihat

Dari Martapura ke Kendari, Hafizah Muda Nuriah Siap Torehkan Prestasi Gemilang di STQH Nasional

Banjar- Semangat kompetisi dan persaudaraan Islam telah menyala-nyala di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kontingen Kalimantan Selatan Kalsel telah tiba dengan membawa segenap harapan dan persiapan terbaik untuk menyongsong Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Nasional. Di antara para kafilah yang siap bertanding, sorotan tertuju pada seorang hafizah muda berbakat asal Martapura, Nuriah binti Akhmad Jurian Argha, yang siap tampil maksimal memperkuat tim Kalsel.

Kontingen Kalsel Siap Berlaga Di STQH Nasional Kota Kendari
Kontingen Kalsel Siap Berlaga Di STQH Nasional Kota Kendari

Baca Juga : Rasa Aman Warga Banjar Tercoreng Kembali Oleh Aksi Jambret

Ajang bergengsi yang berlangsung hingga 17 Oktober 2025 ini resmi dibuka secara meriah oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Upacara pembukaan berlangsung di kawasan megah Tugu Religi Sultra, sebuah ikon kota setinggi 99 meter yang dahulu dibangun untuk menyambut MTQ Nasional XXI tahun 2006. Suasana di kawasan yang terletak di ‘jantung’ ibu kota Sultra ini pun dipadati oleh ribuan peserta, ofisial, dan pecinta Al-Quran dari seluruh penjuru Indonesia.

Doa dan Persiapan Matang dari Keluarga dan Kampung Halaman

Dengan senyum penuh keyakinan, Nuriah, sang hafizah asal Kelurahan Sungaiparing, Martapura, ini menyampaikan permohonan doa restu dari seluruh masyarakat.

Persiapannya tidak main-main. Sebelum berangkat ke Kendari, ia telah melalui proses murojaah (pengulangan hafalan) yang ketat dengan bantuan rekan-rekan seperjuangan dan juri lokal di tanah Kalimantan. Bahkan, dalam kesehariannya, sang ibu menjadi ‘juri’ sekaligus pendamping setia yang senantiasa menguji hafalannya, menciptakan ikatan spiritual yang kuat antara ibu dan anak dalam menjaga kemurnian kitab suci.

Catatan Prestasi yang Menggetarkan Arena

Nama Nuriah bukanlah nama asing di kancah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), baik tingkat regional maupun internasional. Ia adalah bintang yang konsisten bersinar. Saat itu, ia mengejutkan banyak pihak dengan mencatatkan nilai sempurna, 100, pada lomba hafalan 30 juz—sebuah pencapaian langka yang mengungguli pesaing-pesaing tangguh dari Banjarbaru dan Tabalong.

“Dua bulan sebelum memasuki training center Pemerintah Kabupaten Banjar, saya sudah latihan setiap hari. Fokusnya adalah simulasi tampil di depan juri agar mental benar-benar siap,” ujar Nuriah mengenai disiplin ritmenya.

Langkahnya di Panggung Internasional

Tak hanya di dalam negeri, kiprah Nuriah sudah melanglang buana hingga ke kancah internasional. Pada Februari 2024 silam, ia dengan bangga mengenakan batik Indonesia di MTQ Internasional Ke-40 di Teheran, Iran. Bertarung dengan para penghafal Quran terbaik dari berbagai negara, Nuriah berhasil membawa pulang penghargaan sebagai Juara III dalam lomba hafalan 30 juz, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus tiga besar di kategori tersebut.

“Alhamdulillah, kompetisi di Iran menjadi pengalaman yang sangat berharga dan motivasi terbesar, tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman sesama penghafal Quran di Indonesia,” kenangnya. Di ajang itu, ia harus mengakui keunggulan perwakilan dari Iran dan Nigeria yang meraih posisi pertama dan kedua.

Tetap Rendah Hati di Tengah Segudar Prestasi

Meski telah mengoleksi segudar prestasi sejak tahun 2015, termasuk Juara 1 MHQ 20 Juz, Juara STQ Nasional 2021, dan Harapan 2 MHQ 30 Juz MTQ Nasional 2022, sikap Nuriah tetap lekat dengan kerendahan hati. Baginya, penghafalan Al-Quran bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah perjalanan seumur hidup.

“Harapan saya yang paling utama adalah bisa terus menjaga hafalan ini, istiqamah dalam murojaah, dan mampu memanfaatkan segala karunia yang Allah titipkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” tutupnya dengan penuh ketulusan.

Kontingen Dengan bekal pengalaman, persiapan matang, dan doa dari seluruh tanah air, Nuriah dan kafilah Kalsel siap menjadikan STQH di Kendari sebagai medan untuk membuktikan dedikasi terbaik mereka dalam menjaga dan menggemarkan seni tilawah serta penghafalan kitab suci.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.