, ,

Keracunan Massal Melanda 130 Siswa Banjar, Sampel Makanan Gratis Diperiksa Di Labfor Surabaya

oleh -1530 Dilihat

Keracunan Massal di Banjar: Sampel Makanan Dikirim ke Labfor Surabaya, Diduga Kuat Akibat Kandungan Nitrat

Banjar- Sebanyak 130 siswa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi korban dalam peristiwa keracunan massal yang diduga kuat berasal dari Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi. Untuk mengungkap titik terang dalam kasus ini, Polda Kalimantan Selatan telah mengambil langkah signifitif dengan mengirimkan sampel makanan ke Laboratorium Forensik (Labfor) di Surabaya guna menjalani pemeriksaan toksikologi yang mendalam.

Keracunan Massal Melanda 130 Siswa Banjar, Sampel Makanan Gratis Diperiksa Di Labfor Surabaya
Keracunan Massal Melanda 130 Siswa Banjar, Sampel Makanan Gratis Diperiksa Di Labfor Surabaya

Baca Juga : Kontingen Kalsel Siap Berlaga Di STQH Nasional Kota Kendari

Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi kriminal masih bergantung pada hasil uji laboratorium tersebut. “Kita masih menunggu hasil labfor,” tegas Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, dengan singkat ketika ditemui di Banjarbaru. Pernyataan singkat ini menyiratkan betapa krusialnya temuan ilmiah dari Labfor nanti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Menu MBG yang Diduga Jadi Pemicu

Insiden memilukan ini terjadi usai para siswa menyantap hidangan MBG yang menunya terlihat lengkap dan menggiurkan: nasi kuning, ayam suwir, oseng sayur, orek tempe, dan sepotong buah melon. Namun, di balik sajian yang tampak lezat itu, tersembunyi ancaman yang tak terduga.

Berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, ditemukan adanya kandungan zat berbahaya pada beberapa item menu. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Noripansyah, mengonfirmasi temuan mengejutkan ini. “Dari hasil laboratorium, positif terdapat (kandungan) nitrat,” ungkapnya, merujuk khusus pada sampel nasi kuning yang diperiksa.

Tak hanya pada nasi, sayuran yang menjadi pendampingnya juga dinyatakan positif mengandung nitrat. Zat inilah yang diduga menjadi biang keladi munculnya gejala keracunan seperti sakit perut hebat, mual, dan muntah-muntah yang dialami puluhan siswa. Sementara untuk lauk ayam suwir, pihaknya menyatakan bahwa belum ada kepastian apakah terkontaminasi zat yang sama. “Dari sampel itu cuma nasi kuning dan sayurnya yang mengandung nitrat, yang bisa menyebabkan keracunan,” jelas Noripansyah lebih lanjut.

Apa Itu Nitrat dan Bagaimana Bisa Mencemari Makanan?

Nitrat sebenarnya adalah senyawa yang secara alami ditemukan dalam beberapa jenis sayuran. Namun, dalam kadar tinggi dan terutama yang berasal dari sumber non-alami seperti pupuk kimia atau polusi industri, nitrat dapat berbahaya bagi tubuh, khususnya anak-anak.

Menanti Kepastian dari Pemeriksaan Forensik

Pengiriman sampel ke Labfor Surabaya menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kasus ini. Pemeriksaan di labfor tidak hanya akan mengonfirmasi keberadaan nitrat, tetapi juga berpotensi mengidentifikasi sumber dan konsentrasi pasti dari kontaminan, serta kemungkinan adanya zat berbahaya lain yang terlewat.

Publik, khususnya para orang tua siswa, kini menanti dengan cemas hasil final dari penyelidikan ini. Kasus ini juga seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak yang terlibat dalam program pemberian makanan, untuk menerapkan standar keamanan pangan (food safety) yang sangat ketat, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pendistribusian. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.