, ,

Kelompok Tani Tabulihin Panen 1,3 Ton Ikan Papuyu Untuk Kedua Kalinya

oleh -1147 Dilihat

Sukses Panen Kedua, Kelompok Tani Tabulihin Banjar Raih 1,3 Ton Ikan Papuyu Berkualitas Tinggi

Majalah Banjar- Semangat gotong royong dan senyum kebahagiaan kembali menyelimuti Kelompok Tani Tabulihin di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar. Untuk kedua kalinya, mereka merayakan keberhasilan panen ikan papuyu (betok) yang membuahkan hasil luar biasa: sekitar 1,3 ton ikan segar dari kolam budidaya mereka.

Kelompok Tani Tabulihin Panen 1,3 Ton Ikan Papuyu Untuk Kedua Kalinya
Kelompok Tani Tabulihin Panen 1,3 Ton Ikan Papuyu Untuk Kedua Kalinya

Baca Juga : Pemkot Banjar Dikritik Soal Rencana Mobil Dinas Mewah Rp 2 M Di Tengah Gejolak Ekonomi

Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan buah dari ketekunan dan kegigihan yang telah dibina sejak tahun 2016. Meski sempat terhenti akibat diterjang banjir yang merusak infrastruktur kolam, semangat pantang menyerah anggota kelompok tani ini bangkit kembali pada 2023. Kini, kerja keras mereka akhirnya terbayar lunas.

Dari Kolam Kecil ke Meja Makan: Perjalanan Sukses 6 Bulan

Dari sebuah kolam berukuran relatif kecil, sekitar 10 meter persegi dengan kedalaman satu meter, para petani berhasil memanen sekitar 15.000 ekor ikan papuyu. Sardiansyah, Bendahara Kelompok Tani Tabulihin, dengan detail menjelaskan perjalanan budidaya ini.

“Ikan yang kami panen kali ini berusia sekitar enam bulan sepuluh hari. Jika dibandingkan dengan panen pertama, jumlahnya memang lebih sedikit, sekitar 5.000 ekor, karena ukuran kolam yang kami gunakan sekarang lebih kecil. Namun, kami sangat bersyukur dengan hasil yang didapat,” ujarnya pada Senin (15/9/2025).

Proses pembesaran ikan membutuhkan perhatian ekstra. Selama periode enam bulan tersebut, kelompok tani ini menggunakan sekitar 92 sak pakan ikan untuk memastikan ikan tumbuh sehat dan berkualitas tinggi.

Strategi Pemasaran Cerdas: Sortir Grade untuk Maksimalkan Nilai Jual

Kunci kesuksesan finansial Kelompok Tani Tabulihin terletak pada strategi pemasaran yang cerdas. Setelah dipanen, ikan papuyu tidak langsung dijual begitu saja. Mereka melalui proses sortir yang ketat menjadi tiga grade kualitas:

  • Grade A (Premium): Ukuran besar, dengan 9 ekor per kilogram. Ikan ini memiliki harga jual tertinggi, mencapai lebih dari Rp 100.000 per kilogram.

  • Grade B (Standar): Ukuran sedang, dengan 10-13 ekor per kilogram. Dijual dengan harga Rp 55.000 per kilogram.

  • Grade C (Kecil): Ukuran lebih kecil, dengan 14-20 ekor per kilogram. Harga jualnya Rp 25.000 per kilogram.

“Salah satu faktor pendorongnya adalah permintaan pasar yang terus meningkat dengan harga yang stabil. Dari total 1,3 ton hasil panen kali ini, kami perkirakan porsi untuk Grade A akan sangat dominan,” tambah Sardiansyah dengan penuh optimisme. Strategi ini memastikan setiap ikan memiliki nilai jual yang optimal, sehingga meningkatkan pendapatan koperasi.

Dukungan Penuh Pemerintah dan Visi Ke Depan

Keberhasilan ini dirayakan bukan hanya oleh para petani, tetapi juga oleh Pemerintah Kabupaten Banjar yang hadir langsung memberikan apresiasi. Kehadiran pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan budidaya ikan lokal sebagai pilar penting ketahanan pangan daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Ikhwansyah, yang hadir mewakili Bupati, menekankan bahwa momen panen ini lebih dari sekadar acara seremonial.

“Ini adalah bukti nyata adanya inovasi dan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, forum komunikasi, dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan kelompok tani, kita dapat membangun ketahanan pangan di Kabupaten Banjar yang lebih tangguh,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar, Sipliyansyah Hartani, memberikan konteks pencapaian ini dengan memaparkan data. Panen perdana tahun lalu berhasil menghasilkan 1,59 ton dari 20.000 benih, dengan nilai penjualan fantastis sekitar Rp 113 juta dari modal awal Rp 60 juta.

“Pada panen kedua ini, jumlah benih yang ditebar sengaja dikurangi menjadi 15.000 ekor, sehingga hasilnya diperkirakan 1,3 ton. Meski jumlahnya lebih sedikit, kualitas ikan tetap sangat bagus. Kami justru optimis proporsi Grade A akan lebih banyak. Perbedaan harga antar-grade bisa mencapai Rp 50.000 per kg, jadi kualitas adalah kunci,” jelas Sipliyansyah didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Bandi Chairullah.

Ekspansi ke Haruan dan Semangat untuk Maju

Kelompok Tani Tabulihin, yang beranggotakan 11 orang dengan masing-masing mengelola 5 hingga 20 kolam, tidak berhenti pada ikan papuyu. Mereka telah merancang visi yang lebih besar. Saat ini, mereka telah mulai mencoba mengembangkan budidaya ikan haruan (gabus) yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sardiansyah menutup dengan harapan, “Mohon doanya agar budidaya haruan kami juga bisa sukses. Sejauh ini pertumbuhannya masih baik dan bagus. Semoga sampai panen nanti hasilnya memuaskan dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi kelompok kami.”

Kisah sukses Kelompok Tani Tabulihin menjadi inspirasi nyata bahwa dengan ketekunan, strategi yang tepat, dan dukungan dari berbagai pihak, usaha kecil dapat memberikan dampak yang besar bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.