, ,

Ironi Ketahanan Pangan Gudang Benih Padi Pemerintah Di Banjar Ditemukan Memprihatinkan

oleh -1612 Dilihat

Gudang Pengeringan Padi di Banjar dalam Kondisi Memprihatinkan, Atap Bolong Hambat Produksi

Banjar- Sebuah ironi terungkap di balik upaya pemerintah mendukung ketahanan pangan. Gudang pengeringan dan penyimpanan benih padi milik UPTD Balai Benih, di bawah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Fasilitas vital yang terletak di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman ini, menyimpan persoalan serius yang mengancam kualitas benih padi untuk para petani.

Ironi Ketahanan Pangan Gudang Benih Padi Pemerintah Di Banjar Ditemukan Memprihatinkan
Ironi Ketahanan Pangan Gudang Benih Padi Pemerintah Di Banjar Ditemukan Memprihatinkan

Baca Juga : Keracunan Massal Melanda 130 Siswa Banjar, Sampel Makanan Gratis Diperiksa Di Labfor Surabaya

Kondisi memilukan ini langsung disaksikan oleh Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, saat melakukan kunjungan kerja. Kunjungan tersebut dilakukan usai penyaluran bibit dan benih dalam Program Pekarangan Pangan Bergizi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT).

Curhat Kepala UPTD: “Nunggu Dua Hari Baru Bisa Masuk”

Di tengah peninjauan, Wakil Wali Kota sempat mendengar langsung keluhan dari Kepala UPTD Balai Benih Padi, Isep Yedi. Dengan nada prihatin, Isep menceritakan betapa parahnya kerusakan yang dialami gudang tersebut.

“Atapnya sudah bolong-bolong, Pak. Kalau hujan datang, air dengan mudahnya masuk dan membasahi area pengeringan dan penyimpanan,” ujar Isep sambil menunjuk langsung ke bagian atap seng yang sudah berkarat dan berlubang.

Ia menjelaskan, kerusakan atap tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan sudah meluas. Bocor yang terjadi bukan sekadar rembesan, tetapi sudah dalam level yang mengganggu proses kerja. “Yang paling merepotkan, setelah hujan turun, kami seringkali harus menunggu hingga dua hari agar lantai di dalam benar-benar kering dan bisa digunakan kembali. Kami tidak bisa memaksakan masuk karena sangat berisiko merusak benih dan membahayakan keselamatan,” tambah Isep.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas yang parah, Isep menegaskan semangat pengabdian timnya tidak pupus. “Ini memang jadi kendala yang tidak kecil, tapi kami berkomitmen pelayanan produksi dan distribusi benih padi kepada petani tidak boleh berhenti. Dalam waktu dekat ini, kami justru akan mendistribusikan 7,5 ton benih padi unggul untuk mendukung para petani di Kota Banjar,” tegasnya.

Kembali ke Sistem Tradisional, Jemur di Bawah Matahari

Menyoroti proses pengeringan, Wakil Wali Kota Supriana mengungkapkan bahwa saat ini Balai Benih masih mengandalkan sistem konvensional, yaitu dengan menjemur padi langsung di bawah sinar matahari. Keputusan ini, menurutnya, bukan tanpa alasan.

“Setelah kami analisis, antara biaya produksi untuk membangun sistem pengeringan modern (mechanical dryer) dengan volume padi yang kami kelola, secara ekonomi dinilai kurang feasible atau tidak memungkinkan. Untuk sementara, cara tradisional ini masih yang paling efektif secara biaya,” papar Supriana. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas benih akibat kelembaban yang tidak terkontrol.

Anggaran Perbaikan Diusulkan, Namun Harus Tunggu hingga 2026

Menanggapi kondisi ini, Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhron, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengonfirmasi bahwa proposal pengajuan anggaran untuk perbaikan total gudang tersebut sudah diajukan.

“Kami menyadari sepenuhnya kondisi yang ada. Selain perbaikan atap, kami juga berharap kompleks gudang ini nantinya bisa dipagar untuk keamanan yang lebih baik. Kami sudah mengusulkannya dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA), dan insyaallah dianggarkan pada tahun 2026,” jelas Yoyon.

Yoyon menambahkan bahwa sambil menunggu realisasi anggaran perbaikan, seluruh aktivitas pelayanan di UPTD Balai Benih akan terus berjalan semaksimal mungkin. “Kami memastikan bahwa kendala infrastruktur ini tidak akan menghentikan layanan kami kepada para petani. Semua tim di lapangan berusaha ekstra keras untuk memastikan benih yang didistribusikan tetap berkualitas,” pungkasnya.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.