Ibu Muda di Banjar Trauma Usai Jadi Korban Jambret Saat Hendak Jemput Anak – Begini Kronologi Lengkapnya
BANJAR- Sebuah aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Kota Banjar, membuat seorang ibu muda trauma usai menjadi korban jambret saat sedang berkendara. Eti (38), seorang ibu rumah tangga warga Lingkungan Pataruman, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengalami syok mendalam setelah ponselnya direpas paksa oleh dua pria tak dikenal di Jalan Siliwangi, tepatnya di area Lapang Golf dekat Gedung Setda.

Baca Juga : Anjing, Kucing, hingga Kera di Paramasan Disuntik Antirabies Gratis
Kronologi Kejadian yang Berlangsung Kilat
Menurut penuturan Cacan (20), putri korban, kejadian bermula ketika Eti hendak menjemput adiknya yang bersekolah di SMPN 7 Kota Banjar. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor matic dari arah Barat menuju Timur. Tanpa disadari, dua pria yang juga menggunakan motor matic sudah mengikuti dari belakang.
“Seperti biasa, ibu saya menyimpan ponsel di dashboard motor agar mudah dijangkau. Tiba-tiba, dua orang itu mendekat dan langsung merampas ponselnya dengan cepat sebelum kabur ke arah Timur,” cerita Cacan, menggambarkan betapa singkatnya momen penjambretan itu.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu begitu cepat sehingga Eti tidak sempat melihat ciri-ciri pelaku atau nomor polisi kendaraan mereka. “Ibu saya kaget dan langsung syok. Sampai sekarang masih belum bisa bicara banyak karena trauma,” tambahnya.
di Banjar Korban Syok Alami Trauma, Keluarga Berharap Jadi Pelajaran Publik
Akibat kejadian tersebut, Eti mengalami tekanan psikologis dan membutuhkan waktu untuk pulih. Meski kehilangan ponsel, keluarga memilih tidak melaporkan insiden ini ke polisi. “Kami hanya ingin kejadian ini menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Cacan.
Ia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor, agar lebih waspada dan tidak menaruh barang berharga di tempat yang mudah dijangkau. “Jangan simpan ponsel di dashboard atau saku yang terbuka. Lebih baik taruh di tas atau tempat yang sulit dijangkau oleh pelaku kejahatan,” imbaunya.
Modus Jambret Motor yang Kian Marak
Aksi jambret dengan modus seperti ini bukanlah hal baru di Kota Banjar. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan korban yang sedang berkendara, terutama saat macet atau di jalanan sepi. Mereka seringkali beroperasi berdua—satu sebagai pengemudi dan satu lagi sebagai pelaku penjambretan.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membawa barang berharga seperti ponsel atau tas. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
-
Hindari meletakkan ponsel di dashboard motor.
-
Gunakan tas pinggang atau simpan ponsel di saku tertutup.
-
Selalu perhatikan sekitar, terutama jika ada motor yang mencurigakan.
-
Jika memungkinkan, pasang pelacak (GPS) pada ponsel.
Harapan Agar Tidak Ada Korban Lagi
Keluarga Eti berharap kisah ini bisa menyadarkan masyarakat untuk lebih hati-hati. “Kami tidak ingin ada orang lain yang mengalami hal serupa. Kejahatan seperti ini bisa terjadi kapan saja, jadi selalu waspada,” tutup Cacan.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga diharapkan dapat meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan untuk mencegah terulangnya kasus serupa.


![40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af1-148x111.jpeg)
![WhatsAppImage2024-12-18at8.37.36PM_11zon[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp20Image202024-12-1820at208.37.3620PM_11zon1-148x111.jpeg)


