Kisah Ajaib di Desa Makmur: Bayi 9 Bulan Selamat Usai Terbang 50 Meter Diterjang Puting Beliung
Banjar- Sebuah bencana angin puting beliung yang tiba-tiba melanda kawasan Dusun Handil Empat, RT 6, Desa Makmur, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, meninggalkan jejak kerusakan dan sebuah kisah nyaris ajaib yang membuat decak kagum semua orang. Kejadian yang berlangsung singkat namun dahsyat itu menyebabkan sejumlah Terjang rumah warga rusak, atap-atap berterbangan, dan pohon tumbang.

Baca Juga : Gateball Banjar Tambah Amunisi Untuk Porprov 2026
Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Desa Makmur langsung bergerak cepat. “Kami turut prihatin dengan musibah ini. Kami juga sudah bagikan bantuan untuk warga terdampak guna meringankan beban mereka,” ujar Kepala Desa Makmur, Guntardi, menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan.
Kisah Ajaib yang Menggemparkan Media Sosial
Di balik berita bencana, terselip sebuah cerita yang begitu mencengangkan dan viral di media sosial. Informasi yang awalnya beredar dari grup WhatsApp dan Instagram itu mengabarkan seorang bayi berhasil selamat meski diterbangkan angin puting beliung sejauh 50 meter. Kabar yang terdengar seperti adegan film fantasi ini ternyata benar adanya!
Bayi mungil berusia sembilan bulan bernama Rahanada menjadi pusat dari kisah menakjubkan ini. Saat bencana melanda, Rahanada sedang terlelap tidur di ayunannya di dalam rumah. Sapuan angin yang luar biasa kuat tidak hanya merobohkan dinding dan atap, tetapi juga menyapu ayunan tempatnya tidur.
Kepanikan dan Detik-Detik Mencekam
Masrani (31) dan Helda (29), orang tua Rahanada, mengisahkan kembali detik-detik mencekam itu. Suasana yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi chaos ketika hujan deras dan angin kencang menghujam rumah mereka.
“Suasana begitu mencekam. Hujan deras disertai angin yang menderu. Saya sempat berusaha menutup jendela untuk mengamankan rumah, tapi semuanya terjadi terlalu cepat,” kenang Masrani dengan suara bergetar. “Tiba-tiba, terdengar suara ledakan, ‘buraaak!!!!’ yang sangat keras. Atap dapur kami terangkat. Kami langsung panik, dan ketika kami melihat ke arah tempat tidur Rahanada, dia dan ayunannya sudah lenyap. Kami tidak sempat menyelamatkannya. Rasanya dunia ini runtuh.”
Dalam kepanikan dan kesedihan yang mendalam, keluarga dan tetangga berusaha mencari Rahanada di antara puing-puing reruntuhan.
Keajaiban di Ujung Sawah
Setelah pencarian yang penuh kecemasan, secercah harapan datang dari seorang pemuda bernama Syamani (18). Dengan penuh ketidakpercayaan, ia menemukan Rahanada di seberang sawah, sekitar 50 meter dari rumahnya. Yang lebih menakjubkan lagi, bayi malang itu ditemukan dalam keadaan selamat dan bahkan masih terlelap pulas, seolah tidak terjadi apa-apa.
“Saya tidak percaya pada pandangan pertama. Di tengah lumpur dan rerumputan, ada seorang bayi tidur dengan tenangnya. Itu adalah pemandangan yang sulit saya jelaskan,” ujar Syamani.
Desa Ramai Dikunjungi, Warga Penasaran
Kisah keselamatan Rahanada bagai angin segar di tengah duka bencana. Berita tentang “bayi ajaib” itu pun menyebar seperti wildfire, membuat rumah keluarga Masrani dan Helda ramai dikunjungi oleh warga dari berbagai penjuru. Mereka datang tidak hanya untuk menyampaikan dukungan, tetapi juga ingin memastikan kebenaran cerita yang terdengar seperti mukjizat ini.
Hingga berita ini diturunkan, insiden menakjubkan ini masih menjadi buah bibir utama di kalangan warga. Kisah Rahanada tidak hanya menjadi bukti betapa dahsyatnya kekuatan alam, tetapi juga menyimpan misteri dan keajaiban yang mengingatkan kita akan betapa hidup penuh dengan kejadian yang tak terduga. Sebuah cerita tentang keselamatan di ujung tanduk yang akan dikenang dalam ingatan warga Desa Makmur untuk waktu yang lama.

![40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af1-148x111.jpeg)
![WhatsAppImage2024-12-18at8.37.36PM_11zon[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp20Image202024-12-1820at208.37.3620PM_11zon1-148x111.jpeg)


