, ,

Brutal Di Martapura, Heri Tewas Ditusuk Mantan Sesama Narapidana Usai Dendam Penjara

oleh -1315 Dilihat

Dendam Masa Lapa Berujung Tragis di Martapura, Dua Pelaku Penusukan Dibekuk Polisi dalam Tiga Jam

Banjar- Sebuah peristiwa kekerasan yang mengerikan mengoyak kedamaian malam di Jalan Sultan Adam, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Seorang pria, Heri (30), menjadi korban pengeroyokan dan penusukan brutal oleh dua orang yang ternyata adalah mantan sesama narapidana. Motifnya? Dendam lama yang terpendam sejak mereka bersama-sama menjalani hukuman di balik jeruji Lapas Karang Intan.

Brutal Di Martapura, Heri Tewas Ditusuk Mantan Sesama Narapidana Usai Dendam Penjara
Brutal Di Martapura, Heri Tewas Ditusuk Mantan Sesama Narapidana Usai Dendam Penjara

Baca Juga : Menanggapi Desakan Pengemudi, Pemkot Banjar Kaji Ulang Larangan Operasional Ojol

Polres Banjar, dengan gesit dan profesional, berhasil membekuk kedua pelaku hanya dalam waktu kurang dari tiga jam pasca kejadian. Pengungkapan kasus yang begitu cepat ini menjadi bukti kesigapan aparat dalam menegakkan hukum dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Dari Percakapan Damai ke Aksi Brutal

Sore yang semula tampak biasa, berubah menjadi mimpi buruk bagi Heri. Berdasarkan penuturan Ketua RT setempat, Andry Rinaldy, korban yang baru sehari tiba di Martapura terlihat sedang berbincang-bincang dengan kedua pelaku di depan rumah kontrakan yang ditempatinya. Awalnya, suasana terlihat tenang, tanpa tanda-tanda akan terjadi insiden berbahaya.

Namun, ketenangan itu sirna dalam sekejap. Percakapan damai itu berubah menjadi cekcok mulut yang memanas. Emosi yang sudah terpendam lama akhirnya meledak. “Tiba-tiba saya dengar ada yang berteriak ‘Tolong, jangan berkelahi di sini, Polisi, Polisi!’” ujar Andry, menggambarkan kepanikan yang terjadi di lokasi. Teriakan minta tolong itu menjadi penanda dimulainya aksi pengeroyokan yang membuat warga sekitar berhamburan keluar.

Motif Dendam dan Mabuk yang Menyulut Emosi

Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, dalam konferensi persnya, mengungkap akar permasalahan dari tragedi ini. “Motifnya jelas adalah dendam. Saat masih di dalam Lapas Karang Intan, mereka (pelaku dan korban) sudah sering terlibat cekcok. Pertemuan di luar penjara ini seperti menyulut bara yang selama ini tertutup abu,” tegas AKBP Fadli.

Salah satu pelaku, yang diketahui berinisial MR, disebutkan baru bebas dari Lapas Karang Intan sekitar satu tahun yang lalu. Faktor lain yang memperparah situasi adalah kondisi pelaku yang sedang di bawah pengaruh alkohol. “Pelaku dalam keadaan mabuk alkohol saat kejadian, sehingga emosi semakin tidak terkendali dan nalarnya tertutup,” tambah Kapolres. Kombinasi antara dendam lama dan alkohol inilah yang menjadi bensin bagi aksi brutal tersebut.

Korban Alami Luka Tusuk di Beberapa Bagian Tubuh

Aksi penusukan yang dilakukan secara brutal itu meninggalkan luka-luka serius pada tubuh Heri. Korban dilaporkan menderita luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya yang vital, termasuk di bagian perut, punggung, dan lengan kanannya. Heri kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi terakhir korban masih belum dapat dipastikan lebih lanjut.

Polisi Bergerak Cepat: TKP, CCTV, dan Penggerebekan

Mendapatkan laporan kejadian, personel Polres Banjar segera bergerak menuju lokasi. Tim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan cermat untuk mengumpulkan barang bukti. Langkah taktis pun diambil dengan memeriksa rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman inilah yang menjadi penuntun utama bagi polisi untuk mengidentifikasi dan melacak jejak kedua pelaku.

Dengan informasi yang akurat, tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengepung dan meringkus kedua tersangka. Kurang dari tiga jam setelah laporan pertama masuk, kedua pelaku berhasil diamankan dan diamankan.

“Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pendalaman lebih lanjut mengenai kronologi pasti dan keterlibatan masing-masing,” lugas AKBP Fadli menutup pernyataannya.

Keberhasilan polisi meringkus pelaku dalam waktu singkat ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjadi peringatan keras bahwa tindak kekerasan akan ditindak dengan tegas. Kasus ini juga menyisakan renungan mendalam tentang bagaimana konflik masa lalu, jika tidak diselesaikan dengan baik, dapat berubah menjadi bom waktu yang mengancam di masa depan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.