Majalah Banjar- Mesin Pengolah Sampah di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Kamisama, Kecamatan Purwaharja, saat ini tidak beroperasi. Manajemen Kawasan Minimasi Sampah Mandiri (Kamisama) Kota Banjar, Jawa Barat. Pengelola TPS Kamisama, Delta Noval, mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut sempat beroperasi selama satu tahun sebelum akhirnya dimatikan sejak enam bulan terakhir. Penyebab utamanya? Jumlah pelanggan yang masih jauh dari target.
Minimnya Pelanggan, Biaya Operasional Tak Tertutupi
Delta menjelaskan bahwa untuk menjalankan seluruh mesin pengolah sampah, TPS Kamisama membutuhkan minimal 5.000 pelanggan.
“Mesin pengolah sudah berjalan setahun setengah. Selama satu tahun kita sempat beroperasi, tapi enam bulan terakhir ini kita off semua,” ujar Delta saat dikonfirmasi pada Selasa (8/7/2025).
Enam Mesin Canggih yang Menganggur

Baca Juga: Car Free Night di Kota Banjar yang Diserbu Ribuan Warga
Di TPS Kamisama, terdapat enam mesin pengolah sampah dengan fungsi berbeda, yaitu:
-
Incinerator – Pembakar sampah dengan teknologi ramah lingkungan.
-
Mesin Pencacah – Memotong sampah organik dan anorganik untuk pengolahan lebih lanjut.
-
Press Sampah – Memadatkan sampah untuk mengurangi volume.
-
Mesin Briket – Mengubah sampah organik menjadi briket bahan bakar.
-
Kompor – Memanfaatkan briket sampah untuk kebutuhan energi.
“Kita punya enam mesin untuk enam jenis pengolahan sampah. Dengan 2.100 pelanggan, kalau dipaksakan operasi, secara bisnis tidak akan sanggup dan malah rugi,” jelas Delta.
Dampak pada Warga: Sampah Menumpuk, Pelayanan Terbatas
Kondisi ini memicu keluhan warga karena volume sampah di TPS Kamisama semakin menumpuk. Meski pengangkutan sampah dari rumah pelanggan masih berjalan, pengolahan sampah lanjutan terhambat.
Delta memastikan bahwa TPS Kamisama tetap beroperasi meski dalam skala terbatas. “Kami berusaha agar Kamisama tetap buka, tidak sampai tutup. Penarikan sampah dari warga juga masih berjalan,” tegasnya.
Solusi ke Depan: Meningkatkan Jumlah Pelanggan atau Inovasi Pendanaan
-
Sosialisasi lebih gencar untuk menambah jumlah pelanggan.
-
Kerja sama dengan pemerintah daerah atau CSR perusahaan untuk pendanaan tambahan.
-
Mengoptimalkan mesin secara bertahap sesuai kapasitas keuangan.
Keberadaan TPS Kamisama seharusnya menjadi contoh pengelolaan sampah modern di Kota Banjar. Namun, tanpa dukungan pendanaan dan partisipasi warga yang memadai, mesin-mesin canggih itu hanya menjadi besi tua yang tak berguna.
Pemerintah dan pengelola perlu segera mencari solusi agar fasilitas ini tidak sia-sia.

![40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af1-148x111.jpeg)
![WhatsAppImage2024-12-18at8.37.36PM_11zon[1]](https://www.minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp20Image202024-12-1820at208.37.3620PM_11zon1-148x111.jpeg)


